Jumat, 20 Agustus 2010

Amins : Impian Membangun Jalan Layang

Wali Kota Samarinda Achmad Amins menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembuatan jalan layang. Bahkan, pemimpin Samarinda dua periode ini menyebut pembangunan jalan layang adalah impiannya sejak dulu. “Jangan sampai kemacetan kota ini seperti Jakarta. Saya juga memimpikan ini (jalan layang), tapi belum kesampaian,” kata Achmad Amins saat berbincang dengan media ini seusai pelaksanaan upacara kemerdekaan di Stadion Sempaja kemarin . Akhir-akhir ini bergulir wacana bahwa Pemprov Kaltim akan membangun jalan layang di Jalan Slamet Riyadi-RE Martadinata-Pangeran Antasari. Jalan layang ini akan dibuat dua ruas.

Yakni, dari Jalan P Antasari–simpang tiga Jalan Cendana dibuat seperti setengah lingkaran memutar ke arah Jalan Slamet Riyadi. Ruas yang satu lagi, juga dibuat dari titik itu, memutar ke ruas jalan RE Martadinata. Sebagian posisi dua badan jalan layang itu akan berada di atas Sungai Mahakam.

Estimasi dana yang dibutuhkan untuk pembangunannya Rp 90 miliar. Upaya ini dilakukan sebagai salah satu solusi mengatasi kemacaten di ruas jalan tersebut. Nantinya, semua kendaraan yang melintas tak akan berpapasan satu dengan yang lainnya karena tak ada persimpangan.

“Saya berharap pengganti saya bisa meneruskan ini. Pemprov dan pemkot juga bekerjasama mengatasi masalah kemacetan. Karena sebagai ibukota provinsi, Samarinda harus dikelola bersama,” kata Amins.

Kenapa rencana itu bukan dari pemkot? Menurut Amins, pemkot bukannya tinggal diam melihat kepadatan lalu lintas di kota ini yang kian meningkat. Wacana pembentukan jalan layang juga sudah direncanakan Pemkot Samarinda.

“Tak masalah jika pemprov yang mengusulkan. Karena pemrov dan pemkot punya tujuan yang sama,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Samarinda, Dadang Airlangga, menyatakan, Pemkot Samarinda juga telah menyusun jalur pembuatan jalan layang. Ada 3 jalur yang masuk dalam konsep Pemkot Samarinda, Jembatan Mahakan – Pergudangan, Jalan Otto Iskandardinata–Awang Long dan Simpang Empat Air Hitam.
“Ini sudah masuk tahap Survei Investigasi Design (SID). Memang rencana ini belum detil, karena kami masih berkonsultasi untuk dimasukkan ke APBD atau APBN,” kata Dadang.(Kaltim pos).

Sumber :
http://www.bappeda.samarinda.go.id/berita.php?id=1390
19 Agustus 2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar